Poligami Itu Sangat Berpahala

Standar

Don't poligamy, not good !!!

Anda tidak salah baca judul sodari- sodari tercinta, ini serius. Ok, langsung saja, poligami sebenarnya bisa membuat kita mendapat banyak sekali pahala [ biarpun aku sendiri sebenarnya bukan penggemar Poligami ], yang otomatis akan memperbesar peluang kita masuk ke surga yang selalu kita dambakan. Siapa sih yang tidak mau masuk surga? Teh Nini aja yang suaminya baru nambah istri pun menyatakan hal yang kurang lebih sama, demi surga di akhirat kelak, beliau rela dimadu oleh AA Gym. Teteh yang sama juga berkata: “Setiap hal yang menyakitkan tidak selalu berarti buruk, bila disikapi secara positif malah akan membawa kebaikan.” Beliau benar, dengan menyikapinya secara arif, poligami malah bisa jadi ladang amal yang menjanjikan pahala berlimpah. Beliau juga mengatakan bahwa kita harus belajar berbagi kebahagiaan. Berikut ini aku sampaikan beberapa manfaat positif lain dari poligami :~ **Melatih Sabar ** ~

setelah bertahun-tahun setia menemani suami, sejak nol sampai sekarang jadi orang, kaya raya dan dihormati, eh, sekarang tiba-tiba harus rela dipoligami, harus mau berbagi dengan wanita lain!?! Kecewa, marah, luka hati itu manusiawi. Tapi jangan larut, ini adalah kesempatan emas untuk menjadikannya sebagai ladang amal tempat melatih kesabaran. Mengendalikan nafsu itu sangatlah sulit, konon bahkan lebih sulit dari perang Badr-nya Sang Rasul dulu. Sudah pasti pahalanya juga tidak sembarangan dong..:D

~ **Melatih Ikhlas** ~

dalam Berbagi betapa serakahnya kita, bila kebahagiaan hanya dinikmati seorang diri.  Berbagi kenikmatan dengan penuh keikhlasan tentu mendapat nilai spesial di mata Alloh. Membuat diri lebih mencintai Alloh dengan merelakan suami menambah istri, wanita akan lebih sadar, siapa yang seharusnya lebih dicintai. Suami yang hanya untuk di dunia, atau Alloh yang akan memberinya kebahagiaan kekal di surga kelak? Sudah sepantasnya istri lebih mencintai Alloh dari apapun di dunia ini.

~  **Melatih Hidup Sehat dan Bersih** ~

Hubungan sex dengan multi pasangan harus dilakukan dengan hati-hati. Karena berpindahnya penis antar vagina berpotensi menularkan penyakit ke vagina semua istri. Penyakit dari satu kelamin bisa dengan mudah menulari kelamin-kelamin yang lain. Kesadaran akan hal ini, mau tidak mau akan memaksa suami dan semua istrinya untuk selalu saling menjaga kesehatan. Karena kebersihan adalah sebagian dari iman, menjaganya sudah pasti dapat pahala juga dong…:D

~ **Melatih diri untuk selalu meningkatkan kualitas** ~

Dengan poligami, setiap istri akan termotivasi untuk selalu menjaga kualitas diri, bila kualitas dirinya buruk, maka sang suami akan cenderung menghindar, dan cenderung mendekat ke istri yang lain. Atau lebih parah, bila quota-nya belum habis, mungkin malah memutuskan untuk menambah istri lagi. Tapi ini persaingan positif. Memperbaiki diri juga berarti pahala lagi… :D

~ **Melatih untuk tidak dengki ** ~

Berbagi suami, bagi seorang istri yang pendengki akan membuatnya selalu makan hati, depresi, mungkin juga tekanan darah tinggi. Selain itu, istri yang pendengki cenderung lebih cepat keriput, akhirnya tak lagi seksi, aura yang dipancarkan pun bikin orang menyingkir pergi. Dan suami tercinta pasti beralih ke lain hati. Poligami akan mendorong para istri untuk tidak lagi jadi pendengki. Lagi-lagi, ini berarti pahala. Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal positif yang bisa  diungkapkan, sayangnya tidak mungkin bila semua diceritakan disini, nanti kepanjangan. Pokoknya, inget saja lah kata AA Gym, bahwa “wanita yang cerdas adalah yang mampu menempatkan diri dengan baik sebagai anak, istri, dan ibu serta mampu membaca potensi kebaikan dimanapun dia berada.“

***WTF!! Kenapa semua latihan di ladang amal yang penuh pahala itu hanya memberatkan perempuan?!?! (Pertanyaan beberapa wanita yg sok kritis)

Lho… siapa bilang? Ini juga hal yang sangat berat bagi para suami. Bila seseorang yang dicintai sakit, sang pencinta pastilah ikut tersakiti. Begitu pula dengan suami, pasti ikut pedih bila istrinya sakit hati akibat dipoligami. Tapi mau gimana lagi? Demi segala kebaikan poligami, dan demi surga bagi sang istri di akhirat kelak, sang suami harus rela menanggung segala kepedihan itu… Dan harus dicatat, kepedihan yang sama mungkin saja harus ditanggung sampai 4 (empat) kali! Itu pun dengan efek kepedihan yang berlipat!! Sangat amat berat sekali bukan?

***Memang laki-laki punya naluri, “keinginan” untuk poligami. namun ketika tak bisa menaklukkan keinginan itu, apa bedanya dengan anjing? (komentar seorang teman).

Memangnya anda siapa? Memangnya sudah setinggi apa ilmu anda dibanding para poligamis itu? Apa yang sudah anda sumbangkan untuk umat beragama? Anda bisa apa? Kalau bukan apa-apa, kalau belum punya banyak restoran, kalau belum jadi dai kondang, kalau belum jadi pemuka agama hebat, tak perlu lah menganjing-anjingkan mereka. Kegagalan menjaga mulut bisa membuat anda dituntut karena melakukan penghinaan, penghinaan terhadap anjing, karena mungkin anjing pun tidak akan rela disamakan dengan mereka. Semoga setelah membaca tulisan ini, para istri, dan saudari-saudari sekalian bisa memahami bahwa poligami itu sangat amat bermanfaat sekali bagi perkembangan jiwa para wanita. Lebih jauh lagi, poligami juga bisa menjadi ladang amal yang memberi anda banyak sekali pahala, yang pada gilirannya akan memastikan anda masuk kedalam surga yang kekal di akhirat kelak. InsyAlloh. Sambil menyelam minum susu. Sambil mengabdi pada suami, kita kumpulkan pahala demi akhirat. Demi surga, kenapa tidak? Semoga anda semua cepat masuk surga…amin… amin ya Alloh ya rabbal alamiiiin.

Ini hanyalah komentar seorang anak manusia yang selalu ingin tau dalam segala hal, selalu ingin tau dalam segala aspek kehidupan, makanya dengan adanya keinginan yang kuat, dan dengan adanya pengetahuan yang insyaAlloh gak terlalu bodoh, akhirnya terbitlah sebuah artikel yang [mungkin..] membuat telinga2 para wanita memerah [ semoga tidak demikian adanya....], sekali lagi ini hanyalah sebuah komentar dan kami sebagai penulis tidak ada maksud untuk membuat para sodari- sodari marah apalagi murka…kami hanya ingin mengimajinasikan pikiran kami dalam bentuk nyata…yaitu dalam bentuk tulisan yang sekarang sodari- sodari tercinta baca, akhir kata, wasalamualaikum wr. wb

wrote : yaaa klo bisa sih jangan Poligami, karena klo untuk masa- masa seperti saat ini, aku sangat gak yakin orang berPoligami semata- mata untuk ibadah [ pengecualian untuk Aa Gym], kebanyakan yang aku tau saat ini orang berpoligami hanya untuk nafsu semata, dan nafsu itu bisa bermacam- macam bentuknya, yang pasti nafsu keduniawianlah !!!


salam damai dan sayang selalu,

[robby]

About these ads

21 thoughts on “Poligami Itu Sangat Berpahala

  1. surya kencana

    assalamu’alaikum, saya hanya menanyakan tentang sedikit masalah poligami. apabila bagi kalangan pria poligami itu berpahala, tapi bagaimana bila tiba tiba ada istri / perempuan yang menuntut suaminya untuk mempunyai beberapa suami / berpoligami ? apakah itu juga sah dan berpahala ? apakah kita rela bila istri kita punya beberapa suami lain ? maaf saya awam. Wassallam

    Suka

  2. Puti

    Assalammu’alaikum.wr.wb.sy salah satu wanita yg bersedia dipoligami sejak 5th yg lalu,bahkan kesadaran tsb sebelum sy berjilbab.Anda tau kenapa?Pertama ada di Al Qur’an,kedua coba jgn terus menerus membahas perasaan istri pertama dan nafsu sex kaum Adam saja..,tetapi coba telaah lebih jauh..misalnya bagaimana nasib janda2 muda dg anak banyak tanpa penghasilan?atau wanita yg bertahun2 ingin menikah tapi yg hadir suami orang..
    Kebetulan sy sdg coba menulis dan membuka blog ttg poligami,ntar kalo sdh jadi baca y…mudah2an bisa membuat anda yakin bahwa segala sesuatu yg ditetapkan Alloh pasti benar adanya..Wassalam

    Suka

  3. Waalaikumsalam wr.wb……wah, sungguh mulya hatimu, jarang2 ada seorang wanita yang secara terang2an menyatakan bahwa saya bersedia dipoligami, sungguh mulya, aku memang mengakui bahwa poligami itu sah, tapi aku kurang setuju karena memang kurang menyuarakan hati wanita, banyak gak adilnya…..tapi bila sang wanitanya sadar bahwa itu adalah jaminan masuk surga insyaAlloh, wah bener2 deh…salut buat kamu :-bd [ohya ta tunggu blognya..n so pasti ku baca :D]

    Suka

  4. Aku juga setuju dg pandangan Puti. Walau kenyataan yang kita lihat kecenderungannya banyak yang meihat poligami hanya -sekedar- pemuasan nafsu yang akhirnya disesali dan membawa dampak buruk kepada psiko-sosial SELURUH anggota keluarga. Bukan hanya mereka suami-istri(2), tapi dampak besar juga terasa kepada anak-anak dan klg besar, karena struktur masyarakat kita yang cenderung komunal.
    Dan saya pribadi selalu memposisikan diri sebagai pembela hak anak-anak yang jarang diperhatikan dalam masalah ini. Kesiapan mental-material mustilah menjadi hal yang diperhatikan dengan seksama.
    Anyway, bagi istri tua,poligami menyakitkan dan sulit ditolerir, namun bagi istri muda, poligami bisa jadi solusi yang niscaya diambil demi keselamatan. Pembicaraan pasti akan menarik karena ini persoalan yang -nyaris- abadi, tentang hubungan antar manusia.

    Suka

  5. ya klo wanitanya setuju si g masalah kok jeng…yang ditakutkan itu kan yang g setuju…..masalahnya klo cuma dilihat, dibaca sekilas tanpa di resapi…wanita banyak dirugikan, iya kan?

    Suka

  6. konci bolong

    Memang, poligami di islam di perbolehkan..
    tapi banyak aturan main yang harus dijalankan yang sesuai dengan aturan islam…

    Dan kebanyakan (walaupun tidak semuanya)suami jaman sekarang yang berpoligami hanya menurutkan nafsu walaupun dengan berdalih, ingin membantu, sunnah, dsb..
    Karena kebanyakan suami tersebut tidak meminta ijin terlebih dahulu dengan istri pertamanya…
    sehingga banyak yang melakukan nikah siri…
    inilah salah satu fakta yang ada..

    Dan yang lebih sadis lagi…
    Untuk membela diri, Banyak yang berpoligami secara tidak sadar menyatakan berlindung/menyandarkan pada hadist, padahal orang yang berpoligami tsb tidak mengikuti aturan-aturan islam…..

    Suka

  7. cakcuk

    bagi yang mau poligami silahkan melakukannya, bagi yang tidak jangan usil.
    bagi yang mau poliandri silahkan, terutama bagi yang menentang poligami dan membenturkannya dengan poliandri, nanti kalau dah poliandri silahkan kirim posting disini biar kita evaluasi bareng-bareng . . . .
    ditunggu ya . . .

    Suka

  8. ari

    Banyak cara untuk masuk surga, tidak harus berpoligami :)
    Klo itu menyebabkan banyak kedzoliman malah satu keluarga bisa masuk neraka (mis : tekanan psikologis anak, istri yg tidak bahagia, sampai istri yg sombong dan merasa yakin bakal masuk surga dan menganggap wanita lain yg tidak mau dipoligami tidak layak masuk surga).
    Juga tidak boleh menggabungkan semua istri dalam satu atap, itu juga dosa.
    Nabi Muhammad aslinya jg tidak poligami, setelah istri pertamanya meninggal beliau baru berpoligami, itupun hanya karena beliau begitu baik hati dan niatnya menolong (Bayangin mana ada cowo yg mau nikahin cewe yg 25 th lebih tua, punya anak 9 atau lebih, dan itu istilahnya sisa janda yg tidak terpilih, tidak ada yg mau nikahin dia). Klo gw sich ogah, hehehe :p
    Dari sisi wanita, memang lebih baik punya suami yg poligami asal suaminya sholeh, cukup harta dan cukup rupawan. Daripada monogami tapi suaminya kelakuannya gak bener, banyak utang dan mukanya jelek banget, hehehe :p
    Tidak apa2 klo mo nikahi janda tua atau (maaf) perawan gak laku. Tapi klo kebanyakan nikahin perawan muda dan ayu, cowok2 yg kualitasnya pas2an bisa gak kebagian, jd banyak duda gatel ama perjaka lapuk, hehehe :p
    Poligami itu solusi, bukan anjuran, apalagi kewajiban. Banyak hal wajib di Al-Qur’an yg jelas harus untuk dijalankan, orang tidak mau melakukan, sekedar baca terjemahan Al-Qur’an aja banyak yg belum pernah. Malah yg cuma dalil kyai gak jelas, karena terlihat menguntungkan, ditelan mentah2, padahal salah2 malah bisa menyeret qta ke neraka.

    Suka

  9. rudy rokhmawanto

    Saya sangat setuju dengan poligami.. krn kenyataannya setelah saya melakukan poligami justru saya lebih cenderung untuk banyak melakukan kegiatan ibadah… karena terus terang saja saya sdh berhenti melakukan zina bahkan menjauhinya…. rizky pun bertambah, dan yg saya rasakan saya lebih berbahagia daripada ketika saya bermonogami…itu adalah kenyataan !! Sesungguhnya Alloh Maha Kaya, Maha Mengetahui, Maha Berdiri sendiri Dan Maha Hidup….
    janji Alloh benar adanya…!!

    Suka

  10. assalamualaikum wr. wb…..saya adalah pelaku poligami….saya istri kedua. pada awalnya mmg sulit apalgi sbgai istri kedua saya byk tidak diutamakan secara hak2 oleh suami, cmburu, masalah ekonomi itu sudah jelas saya dan “kakak” saya rasakan( kami sesama madu sering memangil mb dan adk ..krn itu yg diajarkan oleh suami kami). tp memang benar hanya keimanan lah yang membuat segalanya tampak berbeda, suami kami selalu menasehati kami dgn nilai2 islam disamping tdk pernah lp dia meminta maaf kepada kami klo msg2 kami sedang ngomel sm dia.
    lama2 saya pribadi merasa iba sm dia, lalu sy berpkir toh selama ini sebagai manusia biasa dia berjuang kesana ksini dgn kasih syg yg tampak sama d mata kami, hanya saja rasa cmburu kami yg membuat semua berasa tidak adil. padahal klo boleh jujur dia tdk pernah beda2 in kami dlm mendidik dn memperlakukan kami, kecuali soal dana mmg saya lebih byk mengalah krn saya paham kemampuan finansial suami saya.
    alhmdulillah pelan2 tp pasti saya sering2 membaca kisah2 islam dan teladan rosul dn para sahabatnya….akhirnya itulah yg meruntuhkan ego saya, sekarang saya lbh byk bersabar dn memandang bahwa rumah tangga yg saya jalani sudah merupakan suratan yang dipilihkan allah untuk mencari ladang amal.
    demi allah saat saya rajin menggali pengetahuan soal islam justru yg selalu mengalir dalam hati saya adalah hamba ikhlas dgn keadaan ini y allah dn ampunilah suami hamba apabila dlm kewajibannya beliau hilaf dari rasa adil, krn adil hanya lah milikMU…..semoga pengalaman ini bermanfaat bwt semua

    Suka

  11. oh iya sebagai tambahan….rubrik kisah2 islami yg saya baca tentu tidak melulu soal poligami, tp keteladanan para sahabat dan sohabiyah dalam menjalankan kehidupan yg robbani, bagaimana mereka mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri seperti kisah abu thalhah dn istrinya ummu sulaim saat menjamu tamu rosullullah…..jg bagaimana fatimmah az zahra dinasehati oleh nabi muhammad saw ttg betapa mulianya pekerjaan rmh tangga dan pahala seorang istri yg mengabdi kpd suaminya dn masih byk lagi…hati saya tergetar dan teringat betapa susah payah nya suami saya menafkahi kami istri2 nya, dan saya jg belajar mencintai anak2 dari istri pertama selayaknya anak2 saya sendiri….sungguh sesuatu yg sulit tp bisa dikerjakan…….krn mmg hanya keimanan lah yg membuat segala yg nampak sulit menjadi tidak mustahil untuk dijalankan…semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, khususnya saya yg berpolgami……wallahu alam bishawab

    Suka

  12. alex

    Assalamu’alaikum wr wb, Mohon maap sya cuma ingin minta masukan dari temen2, saya mempunyai shabat yg suami ketawan berselingkuh dengan wanita lain, hingga mengakibatkan selingkuhanya mengandung anak dari suaminya shabat sya, nah kabarnya bulan depan suami dari shabat saya itu mau menikahi selingkuhanya itu,,,apa yg harus sahabat sya lakukan, sedangkan shabat saya sudah mempunyai seorang anak yg masih sangat kecil…terimakasih, wassalamu’alaikum.

    Suka

  13. Zal

    setuju setuju aja dengan poligami asalkan ada keikhlasan dari istri pertama, biar nantinya ga ada yg merasa terdzolimi..Wallahualam..

    Suka

  14. ansa

    assalamualaikum wrwb,
    saya muslimah yang telah menikah dua kali dengan suami pertama almarhum yang berpoligami dan dikaruniai seorang putri sepuluh tahun menikah dan kami mendambakan anak laki2, kami tidak lagi diberi keturunan hingga beliau wafat, dan sekarang saya menikah dengan suami kedua yang juga berpoligami, alhamdulillah saya dikarunia seorang anak laki2 yang sangat saya dambakan , itu hikmah yang sangat pribadi buat saya.

    Suka

  15. Al Quran telah memberitahukan kita secara tersirat bahwa sebaiknya kita tidak usah berpoligami.. Selain tentunya menyakitkan perasaan sang wanita, juga pada zaman sekarang ini pandangan mayoritas masyarakat MEMANDANG RENDAH poligami..

    “Dan kamu SEKALI-KALI TIDAK AKAN DAPAT BERLAKU ADIL di antara istri-istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
    QS. (4) An-Nisaa: 129

    Suka

  16. Mengapa harus sakit untuk mencari syurga, masih banyak ibadah2 lain yg ditawarkan Allah yg jauh lebih mudah……lagipula rasul gak pernah menganjurkan poligami.

    Suka

  17. ika chika

    Setuju,, selain itu poligami jg mengurangi perzinahan.. Drpd berzinah mending menjadi istri muda, kl memang اَللّهُ menakdirkan itu.. Ÿªňƍ ptg jgn prnah sekalipun brpikiran utk memiliki suami itu sndri / memisahkan rumah tangga mrka,, sbg istri muda hrs tau posisi dy n bs menepatkan diri jika istri prtama melabrak jgn di pandang negatif krn ismud jg salah, disisi lain istri muda adlah korban dr suamix,, gak akan jd istri muda kl suamix gak mengajak menikah.

    Suka

  18. sshadowmistake@gmail.com Jokomegatruh

    Assalamualaikum… poligami hmm… jika di lihat dari perspektif ilmiah maka harus hati2 dalam menanggapi hal ini karena pada dasarnya kita semua tahu bahwa semua yang tertulis di AlQuran adalah Hukum yang telah Allah tetapkan… lalu apa yang Rasulullah SAW lakukan, setujui dan bahkan diamnya Rasulullah pun adalah Sunnah maka mari kita telaah bersama…
    pertama : ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3). hal ini adalah bukti bahwa poligami bukan hanya Rasulullah yang mencontohkan namun juga Sunnatullah yaitu hukum yang harus kita imani dan kita tidak boleh mengingkarinya…
    kedua : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda setelah ada beberapa orang sahabat yang mengatakan : “Aku akan selalu shalat malam dan tidak akan tidur”. Yang satu lagi berkata : “Aku akan terus berpuasa dan tidak akan berbuka”. Yang satu lagi berkata : “Aku tidak akan mengawini wanita”.
    Tatkala ucapan mereka sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau langsung berkhutbah di hadapan para sahabatnya, seraya memuji kepada Allah kemudian beliau bersabda:

    “Artinya : Kaliankah tadi yang mengatakan begini dan begitu ?!. Demi Allah, aku adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian dan paling bertaqwa kepadaNya. Sekalipun begitu, aku puasa dan aku juga berbuka, aku shalat malam tapi akupun tidur, dan aku mengawini wanita. Barangsiapa yang tidak suka kepada sunnahku ini, maka ia bukan dari (umat)ku”. [Riwayat Al-Bukhari]

    Ini adalah ungkapan luar biasa dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencakup satu istri dan lebih.
    maka jika tidak sanggup berpoligami cukup diam saja dan jangan menolaknya baik secara lisan maupun hati… karena bisamenjadi pembatal keimanan “Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada ketentuan (syariat) yang diturunkan Allah sehingga Allah membinasakan amal-amal mereka” (QS Muhammad:9).
    Allah telah banyak mengisahkan di dalam al-Qur’an kepada kita tentang umat-umat yang mendustakan para rasul. Mereka ditimpa berbagai macam bencana dan masih nampak bekas-bekas dari negeri-negeri mereka sebagai pelajaran bagi umat-umat sesudahnya. Mereka di rubah bentuknya menjadi kera dan babi disebabkan menyelisihi rasul mereka. Ada juga yang terbenam dalam tanah, dihujani batu dari langit, ditenggelamkan di laut, ditimpa petir dan disiksa dengan berbagai siksaan lainnya. Semua ini disebabkan karena mereka menyelisihi para rasul, menentang wahyu yang mereka bawa, dan mengambil penolong-penolong selain Allah.

    Allah menyebutkan seperti ini dalam surat Asy Syu’ara mulai dari kisah Musa, Ibrahim, Nuh, kaum ‘Aad, Tsamud, Luth, dan Syu’aib. Allah menyebut pada setiap Nabi tentang kebinasaan orang yang menyelisihi mereka dan keselamatan bagi para rasul dan pengikut mereka. Kemudian Allah menutup kisah tersebut dengan firman-Nya yang artinya,”Maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata, dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Dan Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (QS. Asy Syu’ara: 158-159). Allah mengakhiri kisah tersebut dengan dua asma’ (nama) -Nya yang agung dan dari kedua nama itu akan menunjukkan sifat-Nya. Kedua nama tersebut adalah Al ‘Aziz dan Ar Rohim (Maha Perkasa dan Maha Penyayang). Yaitu Allah akan membinasakan musuh-Nya dengan ‘izzah/keperkasaan-Nya. Dan Allah akan menyelamatkan rasul dan pengikutnya dengan rahmat/kasih sayang-Nya. (Diringkas dari Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah)

    ibaratnya : seorang yang malas mengerjakan Sholat… maka apabila ditanya “kenapa kamu tidak sholat”? maka cukup dia menjawab “saya sedang malas” jangan dia berkata “sholat hukumnya tidak wajib” misalnya ini kata2 kekufuran… membenci salah satu hukum Allah sama saja membenci Islam… apakah kita akan membenci agama kita sendiri? tentu jangan sampai terjadi… maka dari itu… jagalah lisan… kalau gak sanggup poligami ya sudah… diamlah… jangan memaki… karena ingatlah… Bahwa Rasulullah SAW tauladan kita dia melakukan poligami… maka apabila kita mencela atau melaknat poligami… sama saja kita melaknat Rasulullah SAW dan apa yang telah disampaikan oleh beliau…

    Suka

Tinggalin balasan ente ya gan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s