Kena gigit ular ??? tenang bro…^_^…

Standar

” Shandal Djepit Adventure Team P.A “


Ular Berbisa di Indonesia

Racun adalah zat atau senyawa yang masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara
yang menghambat respons pada sistem biologis dan dapat menyebabkan gangguan
kesehatan, penyakit, bahkan kematian. Keracunan sering dihubungkan dengan pangan
atau bahan kimia. Pada kenyataannya bukan hanya pangan atau bahan kimia saja yang
dapat menyebabkan keracunan. Di sekeliling kita ada racun alam yang terdapat pada
beberapa tumbuhan dan hewan. Salah satunya adalah gigitan ular berbisa yang sering
terjadi di daerah tropis dan subtropis. Mengingat masih sering terjadi keracunan akibat
gigitan ular maka untuk dapat menambah pengetahuan masyarakat kami menyampaikan
informasi mengenai bahaya dan pertolongan terhadap gigitan ular berbisa.

Ular merupakan jenis hewan melata yang banyak terdapat di Indonesia. Spesies
ular dapat dibedakan atas ular berbisa dan ular tidak berbisa. Ular berbisa memiliki
sepasang taring pada bagian rahang atas. Pada taring tersebut terdapat saluran bisa untuk
menginjeksikan bisa ke dalam tubuh mangsanya secara subkutan atau intramuskular.

Bisa adalah suatu zat atau substansi yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsa
dan sekaligus juga berperan pada sistem pertahanan diri. Bisa tersebut merupakan ludah
yang termodifikasi, yang dihasilkan oleh kelenjar khusus. Kelenjar yang mengeluarkan
bisa merupakan suatu modifikasi kelenjar ludah parotid yang terletak di setiap bagian
bawah sisi kepala di belakang mata. Bisa ular tidak hanya terdiri atas satu substansi
tunggal, tetapi merupakan campuran kompleks, terutama protein, yang memiliki aktivitas
enzimatik.

Efek toksin bisa ular pada saat menggigit mangsanya tergantung pada spesies,
ukuran ular, jenis kelamin, usia, dan efisiensi mekanik gigitan (apakah hanya satu atau
kedua taring menusuk kulit), serta banyaknya serangan yang terjadi.

Ular berbisa kebanyakan termasuk dalam famili Colubridae, tetapi pada umumnya bisa yang dihasilkannya bersifat lemah. Contoh ular yang termasuk famili ini adalah :

ular sapi (Elaphe).


ular tali (Dendrelaphis pictus).

ular tikus atau ular jali (Ptyas korros).

dan ular serasah (Sibynophis geminatus).

Ular berbisa kuat yang terdapat di Indonesia biasanya masuk dalam famili Elapidae, Hydropiidae, atau
Viperidae. Elapidae memiliki taring pendek dan tegak permanen. Beberapa contoh
anggota famili ini adalah:

ular cabai (Maticora intestinalis).

ular weling (Bungarus
candidus)
.

ular sendok (Naja sumatrana).

ular king kobra (Ophiophagus hannah).
Viperidae memiliki taring panjang yang secara normal dapat dilipat ke bagian rahang
atas, tetapi dapat ditegakkan bila sedang menyerang mangsanya. Ada dua subfamili pada
Viperidae, yaitu Viperinae dan Crotalinae. Crotalinae memiliki organ untuk mendeteksi
mangsa berdarah panas (pit organ), yang terletak di antara lubang hidung dan mata.
Beberapa contoh Viperidae adalah :

ular bandotan (Vipera russelli).

ular tanah
(Calloselasma rhodostoma).

ular bangkai laut (Trimeresurus albolabris).


Bagaimanakah Gigitan Ular Dapat Terjadi?

Korban gigitan ular terutama adalah petani, pekerja perkebunan, nelayan, pawang
ular, pemburu, dan penangkap ular. Kebanyakan gigitan ular terjadi ketika orang tidak
mengenakan alas kaki atau hanya memakai sandal dan menginjak ular secara tidak
sengaja. Gigitan ular juga dapat terjadi pada penghuni rumah, ketika ular memasuki
rumah untuk mencari mangsa berupa ular lain, cicak, katak, atau tikus.


Bagaimana Mengenali Ular Berbisa?

Tidak ada cara sederhana untuk mengidentifikasi ular berbisa. Beberapa spesies
ular tidak berbisa dapat tampak menyerupai ular berbisa. Namun, beberapa ular berbisa
dapat dikenali melalui ukuran, bentuk, warna, kebiasaan dan suara yang dikeluarkan saat
merasa terancam. Beberapa ciri ular berbisa adalah bentuk kepala segitiga, ukuran gigi
taring kecil, dan pada luka bekas gigitan terdapat bekas taring.

Klasifikasi Ular Menurut Ciri- cirinya :

~ Ular tidak/berbisa rendah: gerakannya cepat, kepala berbentuk oval, setelah menggigit lari…( pengecuuttt !)

~ Ular berbisa tinggi: gerakannya tenang, kepala berbentuk segitiga, setelah menggigit masih tinggal di tempat…(klo perlu wa gigit lagi nih..:D !)

**Pengecualian ciri pada cobra dan ular laut, walo kepalanya oval tapi berbisa tinggi!

Klasifikasi Menurut Gigitan Ular :

Ga selalu digigit ular terus panik lho. Liat aja bekas gigitannya :

~ Kalo bekas gigitan seperti deretan gigi, ga perlu panik, cari betadine aja..aman bro

~ Nah, kalo bekas gigitan seperti digigit drakula, waduh! Harus tahu yang menggigit tadi termasuk kelompok ular berbisa menengah ato tinggi, klo yang menggigit ular berbisa menengah, dengan jaga stamina via cukup gizi dan istirahat, demam dan bengkak karena gigitan akan berangsur sembuh, tapi kalo yang menggigit ular berbisa tinggi, ini yang gawat, bisa “lewat.. ” kalo tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Pada banyak kasus-kasus gigitan ular, sebagian dari mereka ada yang tidak sadar kalau mereka telah digigit oleh ular yang sangat berbisa sehingga tidak melakukan pengobatan dan kemudian karena tidak ada pertolongan sama sekali akhirnya meninggal dunia.
Biasanya ular yang menggigit tersebut adalah jenis ular yang mempunyai bisa neurotoxin ,dimana pengaruh dari racun ini adalah terkadang tidak menimbulkan rasa sakit tetapi menyerang susunan saraf sehingga menimbulkan rasa kecapean,ngantuk tertidur untuk tidak akan terbangun kembali…:D,  Contoh ular yang memiliki neorotoxin adalah ular weling ( bungarus candidus ) dengan warna belang hitam – putih.

sedangkan ular yang memiliki bisa hemotoksin seperti ular hijau ekor merah ( trimeresurus albolabris) cenderung lebih mudah dilakukan pertolongan.

Karena itu pengetahuan tentang jenis-jenis ular terutama yang berbisa sangat penting dan
cara penanganan P3K juga perlu lebih disosialisasikan kepada masyarakat.


Sifat Bisa, Gejala, dan Tanda Gigitan Ular.

Berdasarkan sifatnya pada tubuh mangsa, bisa ular dapat dibedakan menjadi bisa
hemotoksik, yaitu bisa yang mempengaruhi jantung dan sistem pembuluh darah; bisa
neurotoksik, yaitu bisa yang mempengaruhi sistem saraf dan otak; dan bisa sitotoksik,
yaitu bisa yang hanya bekerja pada lokasi gigitan.

Tidak semua ular berbisa pada waktu menggigit menginjeksikan bisa pada
korbannya. Orang yang digigit ular, meskipun tidak ada bisa yang diinjeksikan ke
tubuhnya dapat menjadi panik, nafas menjadi cepat, tangan dan kaki menjadi kaku, dan
kepala menjadi pening. Gejala dan tanda-tanda gigitan ular akan bervariasi sesuai spesies
ular yang menggigit dan banyaknya bisa yang diinjeksikan pada korban. Gejala dan
tanda-tanda tersebut antara lain adalah tanda gigitan taring (fang marks), nyeri lokal,
pendarahan lokal, memar, pembengkakan kelenjar getah bening, radang, melepuh, infeksi
lokal, dan nekrosis jaringan (terutama akibat gigitan ular dari famili Viperidae).


Penatalaksanaan Keracunan Akibat Gigitan Ular .

Langkah-langkah yang harus diikuti pada penatalaksanaan gigitan ular adalah:

~ 1. harus dilaksanakan secepatnya setelah terjadi gigitan ular
sebelum korban dibawa ke rumah sakit. Hal ini dapat dilakukan oleh korban sendiri
atau orang lain yang ada di tempat kejadian. Tujuan pertolongan pertama adalah
untuk menghambat penyerapan bisa, mempertahankan hidup korban dan menghindari
komplikasi sebelum mendapatkan perawatan medis di rumah sakit serta mengawasi
gejala dini yang membahayakan. Kemudian segera bawa korban ke tempat perawatan
medis.

Metode pertolongan yang dilakukan adalah menenangkan korban yang cemas.
imobilisasi (membuat tidak bergerak) bagian tubuh yang tergigit dengan cara
mengikat atau menyangga dengan kayu agar tidak terjadi kontraksi otot, karena
pergerakan atau kontraksi otot dapat meningkatkan penyerapan bisa ke dalam aliran
darah dan getah bening; pertimbangkan pressure-immobilisation pada gigitan
Elapidae, hindari gangguan terhadap luka gigitan karena dapat meningkatkan
penyerapan bisa dan menimbulkan pendarahan lokal.

~2. Korban harus segera dibawa ke rumah sakit secepatnya, dengan cara yang aman dan
senyaman mungkin. Hindari pergerakan atau kontraksi otot untuk mencegah
peningkatan penyerapan bisa.

~ 3. Pengobatan gigitan ular :
Pada umumnya terjadi salah pengertian mengenai pengelolaan gigitan ular. Metode
penggunaan torniket
(diikat dengan keras sehingga menghambat peredaran darah),
insisi (pengirisan dengan alat tajam), pengisapan tempat gigitan, pendinginan daerah
yang digigit
, pemberian antihistamin dan kortikosteroid harus dihindari karena tidak
terbukti manfaatnya.


~ 4. Terapi yang dianjurkan meliputi:

a. Bersihkan bagian yang terluka dengan cairan faal atau air steril

b. Untuk efek lokal dianjurkan imobilisasi
menggunakan perban katun elastis dengan
lebar + 10 cm, panjang 45 m, yang
dibalutkan kuat di sekeliling bagian tubuh
yang tergigit, mulai dari ujung jari kaki
sampai bagian yang terdekat dengan
gigitan. Bungkus rapat dengan perban
seperti membungkus kaki yang terkilir,
tetapi ikatan jangan terlalu kencang agar
aliran darah tidak terganggu.
**Penggunaan torniket tidak dianjurkan karena dapat mengganggu aliran darah
dan pelepasan torniket dapat menyebabkan efek sistemik yang lebih berat.

c. Pemberian tindakan pendukung berupa stabilisasi yang meliputi
penatalaksanaan jalan nafas; penatalaksanaan fungsi pernafasan;
penatalaksanaan sirkulasi; penatalaksanaan resusitasi perlu dilaksanakan bila
kondisi klinis korban berupa hipotensi berat dan shock, shock perdarahan,
kelumpuhan saraf pernafasan, kondisi yang tiba-tiba memburuk akibat
terlepasnya penekanan perban, hiperkalaemia akibat rusaknya otot rangka, serta
kerusakan ginjal dan komplikasi nekrosis lokal.

d. Pemberian suntikan antitetanus, atau bila korban pernah mendapatkan toksoid
maka diberikan satu dosis toksoid tetanus.

e. Pemberian suntikan penisilin kristal sebanyak 2 juta unit secara intramuskular.

f. Pemberian sedasi atau analgesik untuk menghilangkan rasa takut cepat mati/panik.

g. Pemberian serum antibisa. Karena bisa ular sebagian besar terdiri atas protein,
maka sifatnya adalah antigenik sehingga dapat dibuat dari serum kuda. Di
Indonesia, antibisa bersifat polivalen, yang mengandung antibodi terhadap
beberapa bisa ular. Serum antibisa ini hanya diindikasikan bila terdapat
kerusakan jaringan lokal yang luas.

( klo yang ne ga berbisa, ne ball python snake…..ane cuman nitip majang foto ular ane ko’, bukan menginformasikan bahwa foto yang ne termasuk berbisa…sori  ya dan makasih atas kritikannya yang membangun…makasih2..^_^..)


Sentra Informasi Keracunan Nasional (SIKer Nas)

Jl. Percetakan Negara No. 23 Jakarta Pusat 10560
Telp. 021-4259945, HP. 081310826879
Fax. 021-42889117
Email: pusatiomker@cbn.net.id; informasi@pom.go.id
Website: http://www.pom.go.id

Pustaka:

Guidelines for the Clinical Management of Snakes bites in the South-East Asia
Region, World Health Organization, 2005.

Pedoman Pertolongan Keracunan untuk Puskesmas, Badan Pengawas Obat dan
Makanan Republik Indonesia, 2002.

Snake Venom: The Pain and Potential of Poison, The Cold Blooded News Vol. 28,
Number 3, March, 2001.

About these ads

12 thoughts on “Kena gigit ular ??? tenang bro…^_^…

  1. Yos Bungalangan

    Berguna bgt untuk penanganan pasien dilapangan..
    Mungkin ditampilin Antivenom untuk tiap kategori bisa Ular

    Suka

  2. evy

    itu foto ular yg terakhir, jenis ball python, tidak termasuk jenis ular yg beracun tuh, informasi spt ini kan gak boleh sama sekali salah

    Suka

  3. maap ya non…yang ntu foto ular ane….bukan maksud ane untuk menginfo kan bahwa ini ular yg berbisa, ane cuman nitip majang fotonya doank…..makasih deh atas kritikannya…^_^…

    Suka

  4. Fredy bobick

    Ane kepatok ular tp bkas gigtnya giginya bnyk bgt bntuk oval, tp dh shari g ngrasain apa2, apa nantinya ada efeknya klo g d obtin? Trz hrz bgmn?

    Suka

  5. tyo

    kerenn sarannya neh gw share aja. dulu taun 2007 maen snake , ehh…. kepatok pas di jempol gw, kebetulan tuh viper yang matok…. betullll yang lo tulis .. kaga usah panik, toh kalo koit juga itu takdir, buktinya gw sekarang bisa chat ama lo pada.. hehehe.. slam darah dingin

    Suka

Tinggalin balasan ente ya gan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s