“Harimau (maem…)Manusia…!!!”

Standar

Kakinya Pincang, mati kelaparan.

Matinya harimau, satwa liar, yang memangsa korban Atam bin Abdullah (50), warga Sinar Marga Mekakau Ilir, OKU Selatan diperkirakan karena kelaparan. “Saat ditemukan tubuhnya membusuk. Kemungkinan besar kelaparan. Jika dilihat dari tulang dada yang keluar dan kondisi tubuh yang kurus. Bila sehat, maka kondisi badannya bisa seperti kuda,” kata Kapolsek Mekakau Ilir Aipda Herman melalui Kanit Reskrim Briptu Mardi Sinambela, kepada OKU Ekspres (Grup Sumatera Ekspres).
Harimau itu sendiri, setelah ditemukan warga, langsung dibawa ke Mapolsek Mekakau Ilir. Kenapa sampai memangsa manusia? Karena sang raja hutan itu tak lagi memiliki naluri memburu mangsa seperti rusa, kera, babi akibat pergelangan kaki kanan depan harimau putus terjerat sling—perangkap yang biasa digunakan penduduk untuk menangkap rusa atau babi di hutan.
“Untuk memutuskan kaki dari sling tersebut dibutuhkan waktu hingga tujuh hari. Karena itu setelah bebas dari jeratan langsung merasa lapar,” jelas Mardi. Karena kakinya telah pincang dan tidak mendapatkan binatang makanannya harimau tersebut mencari mangsa lain seperti manusia dengan cara menghadang.
Ada cerita menarik sehari sebelum peristiwa mengerikan yang menimpa korban Atam. Seorang tukang ojek yang melintas di jalan tersebut hampir menjadi korban keganasan sang harimau. ”Tukang ojek tersebut nyaris menjadi korban. Begitu mendengar

auman suara harimau, tukang ojek tersebut langsung lari.”Tukang ojek tersebut mengaku sempat melihat kaki harimau yang hendak menerkamnya pincang satu. Nah, kesaksian tukang ojek inilah yang menguatkan dugaan bahwa yang memakan korban Atam adalah harimau yang dilihatnya. ”Tukang ojek yang melihat ciri-ciri harimau tersebut seperti yang dikemukakan warga, yakni kakinya putus satu, seminggu dari kejadian akhirnya ditemukan tewas sendiri,” kata Mardi.
“Setelah memangsa Atam, diperkirakan harimau tersebut kesulitan mencari mangsa lain. Para penduduk sudah takut ke kebun, akibatnya harimau pun mati kelaparan,” jelas Mardi.Sayangnya, kondisi tubuh harimau saat dibawa Mapolsek sudah tidak utuh lagi. Bahkan sebagian besar “aksesorinya” hilang dilucuti penduduk. Setidaknya, ada tujuh bagian tubuh yang hilang yakni kaki kanan putus kena jerat bahkan sudah membusuk, kuku kiri hilang satu, empat taring, kumis, kulit muka sampai hidung, ujung ekor, dan kedua kuping ju

ga hilang ikut dipotong. ”Karena sudah membusuk dan dipenuhi belatung sehingga harimau tersebut sudah kita kuburkan,” kata Mardi.
Mardi sendiri sudah tidak heran adanya harimau yang “turun gunung” mencari mangsa. Perihal pengaduan seperti ini sudah sering masuk ke pihaknya, tetapi pengaduan tersebut sebatas harimau memakan binatang ternak piaraan penduduk seperti kambing. Terganggunya habitat harimau di Hutan Lindung Pematanggung, Kecamatan Buay Sandang Aji, salah satu penyebabnya. Sebagian besar hutan tersebut telah menjadi lahan pertanian dan pemukiman penduduk.”Meski hutan tersebut masuk di Kecamatan Buay Sandang Aji, tetapi jaraknya lebih dekat ke kita, hanya 15 kilometer. Bahkan, akhir tahun lalu ada lima harimau yang t

erlihat warga turun gunung,” ungkap Mardi.Camat Mekakau Ilir, Sofyan Wahid, membenarkan habitat harimau terganggu akibat hutan yang mulai rusak di wilayahnya. Bahkan, para penduduk pernah mendesak agar harimau yang turun gunung dibunuh. Namun keinginan tersebut langsung ditepisnya karena harimau termasuk binatang yang dilindungi.
Bahkan tiga desa di wilayahnya masuk ke kawasan hutan lindung yakni Desa Selabung Belimbing, Desa Kota Baru, dan Sinar Marga. Untuk itu, pihaknya terus berupaya mengadakan penyuluhan kepada para penduduk agar tidak merambah hutan lagi. ”Kita setiap satu bulan sekali melakukan pertemuan kepada para kades yang intinya agar para penduduk tidak merambah hutan lagi,” tandasnya.


Repost by : OKU Ekspres (Grup Sumatera Ekspres).

7 thoughts on ““Harimau (maem…)Manusia…!!!”

  1. tiwa

    malang benar nasibmu Belang, sudah rumahmu digusur pembalak liar,didzolimin pemburu lagi,semoga pemburu itu cepat ketangkap & jebloskan ke penjara,biar tahu rasanya dikurung !!!!

    Suka

  2. Harmana

    ck3…
    manusia…manusia..
    manusia itu pasti akan punah,,klo trus-trusan tingkahnya
    kayak gitu….

    jangan salahkan binatang,,mereka ga bisa berpikir,,
    kita yang harusnya mikir,, bgmna caranya biar sama2 untung..
    manusia untung, binatang juga bisa hidup tenang…..

    jangan cuma pikir manusia doang…!!!!!!!!!!!
    klo kyk gitu terus,mending manusia ga usah bisa mikir sekalian….!!!!!!!!!!

    Suka

  3. BORLAND

    phantera tigris (sumatra) malangnya nasib mu,
    buat orang2 yang RAKUS akan dunia,,,salah satu hewan ini langka,dan hanya tinggal beberapa ekor dipulau sumatra.
    SAVE PANTHERA TIGRIS IN INDONESIA

    Suka

  4. sudahx2 emang salah manusia kenapa hutan tuh sering

    di habiskan dan hewan pun juga akan kemanax2 jadi terjadilah
    korban manusia harus kembalikan hewan yg liar ke kekebun binatang …

    dari pada tuh manusia banyak yg meninggal
    hewan pun juga sama …

    warning

    berhentilah menebang pohon ….

    Suka

  5. kehidupan harus perlu keadilan antara

    hewan dan manusia kebanyakan sih yg rakus

    cuma manusia hewan pun gk tw apa yg di licikan manusia

    sehingga hewan tersiksa kelaparan …

    Suka

Tinggalin balasan ente ya gan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s