Tinggal 400 Ekor ???????

Standar

benji11web

“Harimau Sumatra Kini Jumlahnya Tinggal 400 Ekor !”.

Fenomena munculnya satwa-satwa liar masuk ke area pemukiman penduduk, seperti keganasan harimau Sumatera di Mekakau Ilir, Muara Dua, OKU Selatan yang mencabik-cabik Atam bin Abdullah (50) hingga tewas, dianggap bukan hanya suatu kebetulan. Menurut Kepala Urusan Perlindungan Hutan (Kaur Linhut) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel ada banyak faktor yang mengakibatkan satwa langka yang dilindungi itu keluar dari habitatnya.”Salah satunya kerusakan habitat satwa yang dilindungi. Ini bisa karena ulah manusia itu sendiri. Di antaranya penebangan hutan se cara serampangan,” kat a Edi Sopian Ssos kepada Sumatera Ekspres kemarin.
Alasan lain harimau Sumatera (phantera tigris sumatrae) memperluas wilayah jelajahnya masuk ke pemukiman adalah akibat menipisnya makanan di dalam hutan.
”Makanannya kan sepeti babi, kijang, danhewan lainnya. Karena manusia juga sering memburu binatang tersebut, otomatis makananharimau semakin tipis juga.’’
Berdasarkan hasil penelitian pem
erhati satwa di Indonesia disebutkan bahwa batas wilayah jelajah seekor harimau jantan dewasa sejarak lebih kurang 100 kilometer bujur sangkar. ”Sesuai dengan sifat harimau yang territorial habit atau tak menginginkan adanya dua pemimpin dalam satu wilayah jelajah mengharuskan salah satu harimau jantan yang kalah bersaing harus menyingkir dan mencari wilayah yang baru. Selain memang sifat liar dan buas yang melekat,” ucap Edi.
Makanya,Edi mengimbau kepada masyarakat terutama yang berada dekat dengan hutan konservasi yang mengalami konflik dengan satwa liar, perlu menginformasikan kepada Seksi Konservasi Wilayah (SKW) sebagai perpanjangan tangan dari BKSDA. ”Jadi seharusnya warga melaporkannya kepada Seksi Konservasi,” jelasnya.
Berbagai upaya akan dilakukan se suai dengan tugas bagian SKW. Semisal pihak SKW dan BKSDA bisa melakukan penggiringan lalu penangkapan hingga pada upaya melakukan evakuasi terhadap satwa liar tersebut. Seiring terancamnya keberadaan dari harimau Sumatera yang hampir punah ini berdasarkan hasil survei terakhir kali yang dilakukan lembaga peneliti satwa langka tahun 2006, tidak kurang dari 50 ekor harimau Sumatera punah dan diperdagangkan masyarakat. Baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional setiap tahunnya.

emakkkkSatwa ini sendiri diperdagangkan dalam bentuk utuh ataupun terpisah-pisah per bagian seperti cakar, gigi taring, misai/kumis, kulit atau pun tulang. Spesies langka itu dewasa ini diperkirakan kurang dari 400 ekor dan tersebar di Provinsi NAD, Sumbar, Jambi, Bengkulu dan Lampung, seperti di Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Bukit 12, Bukit 30, Taman Nasional Wai Kambas, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Bukit Barisan Selatan.

Repost by : Sumatra Express.

One thought on “Tinggal 400 Ekor ???????

  1. arya

    aduh kasian banget..manusia2 apa kalian tidak sadar bahwa kalian lebih kejam drpd hewan..kalian tdk pernh puas dgn apa yg di miliki..shg harus berburu harimau ini..biarkanlah mereka hidup..shg anak cucu kita bisa melihat mereka scr nyata bukan lewat rekaman video..aku sedih dan menangis..melihat hal seperti ini..jika aku seorang milyoner ..akan ku beli ribuan hektar hutan ..hanya utk menjaga keseimbangan alam dan satwa langka..yg ada..shg dunia ini begitu indah..hidup bukan utk uang..tapi hidup adalah utk saling menghargai..para jagawana..tembak saja para pemburu hewan langka.

    Suka

Tinggalin balasan ente ya gan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s