Karbala, 10 Muharram 61 H

Standar

karbala, desert of sad

**Tragedi Karbala**

Tanah Karbala dibanjiri darah keluarga suci Rasulullah saw dan sahabatnya. Pasukan Yazid bin Muawiyah membantai mereka secara sadis dan tragis.

Tragedi Karbala 10 Muharram 61 H adalah peristiwa yang paling tragis dalam sepanjang sejarah hidup manusia. Peristiwa paling tragis ini menimpa cucu tercinta Rasulullah saw dan kelarganya, yaitu Al-Husein bin Ali bin Abi Thalib (sa).

Jauh sebelum peristiwa ini terjadi malaikat Jibril telah memberitakan kepada Rasulullah saw. Ummu Salamah isteri tercinta Rasulullah saw menuturkan: Ketika hendak tidur Rasulullah saw gelisah, ia berbaring kemudian bangun, berbaring lalu bangun lagi. Aku bertanya kepadanya: Mengapa engkau gelisah ya Rasulallah? Rasulullah saw menjawab: “Baru saja Jibril datang kepadaku memberitakan bahwa Al-Husein akan dibunuh di Karbala. Ia membawa tanah ini dan simpanlah tanah ini. Jika tanah ini warnanya berubah menjadi merah pertanda Al-Husein telah terbunuh.” Ummu Salamah menyimpan tanah itu.

Riwayat dalam versi yang lain tentang bahwa Jibril (as) datang kepada Rasulullah saw membawa tanah Karbala, berikut sumbernya dalam kitab2 Ahlussunah, klik disini

Al-Husein (sa) mengajak keluarganya dan sahabat-sahabat Nabi saw yang masih hidup saat itu untuk bergabung bersamanya. Sebelum meninggalkan kota Madinah, Al-Husein (sa) pergi berziarah ke pusara kakeknya Rasulullah saw. Di kubur Kakeknya ia membaca doa dan menangis hingga larut malam dan tertidur. Dalam tidurnya ia mimpi Rasulullah saw datang kepadanya, memeluknya dan mencium keningnya. Dalam mimpinya Rasulullah saw berpesan: “Wahai Husein, ayahmu, ibumu dan kakakmu menyampaikan salam padamu, mereka rindu kepadamu ingin segera berjumpa denganmu. Wahai Husein, tidak lama lagi kamu akan menyusulku dengan kesyahidanmu.” Lalu Al-Husein terbangun.

Al-Husein (sa) mengajak keluarganya dan sahabat-sahabat Nabi saw yang masih hidup saat itu untuk bergabung bersamanya. Sebelum meninggalkan kota Madinah, Al-Husein (sa) pergi berziarah ke pusara kakeknya Rasulullah saw. Di kubur Kakeknya ia membaca doa dan menangis hingga larut malam dan tertidur. Dalam tidurnya ia mimpi Rasulullah saw datang kepadanya, memeluknya dan mencium keningnya. Dalam mimpinya Rasulullah saw berpesan: “Wahai Husein, ayahmu, ibumu dan kakakmu menyampaikan salam padamu, mereka rindu kepadamu ingin segera berjumpa denganmu. Wahai Husein, tidak lama lagi kamu akan menyusulku dengan kesyahidanmu.” Lalu Al-Husein terbangun.

Di kubur kakeknya Al-Husein berjanji dan bertekah untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, menyampaikan Islam sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya. Kemudian Ia mendatangi keluarganya dan mengajak sebagian sahabat-sahabat Nabi saw yang masih hidup saat itu untuk bergabung bersamanya.

Ketika akan meninggalkan kota Madinah menuju ke Irak, Al-Husein berpamitan kepada Ummu Salamah, ia menangis dan mengantarkannya dengan linangan air mata, ia terkenang saat bersama Rasulullah saw dan teringat pesan yang disampaikan kepadanya.

Kini Al-Husein dan rombongannya berangkat menuju Irak. Karena lelahnya perjalanan yang cukup jauh, Al-Husein dan rombongan yang tidak lebih dari 73 orang berhenti di padang Karbala. Rombongan Al-Husein (sa) terdiri dari keluarganya dan sebagian sahabat-sahabat Nabi saw. Mereka memancangkan kemah-kemah di padang Karbala untuk berteduh dari sengatan panas matahari dan istirahat karena lelahnya perjalanan yang cukup jauh.

Deru suara kuda terdengar dari kejauhan. Semakin lama suara itu semakin jelas bahwa suara itu adalah suara deru kuda pasukan Ibnu Ziyad yang jumlahnya ribuan. Rombongan Al-Husein yang jumlahnya tidak lebih dari 73 orang terdiri dari: anak-anak kecil dan wanita dari keluarganya, dan sebagian sahabat-sahabat Nabi saw. Mereka harus berhadapan dengan ribuan pasukan Ibnu Ziyad gubernur pilihan Yazid bin Muawiyah.

Karena jauhnya perjalanan Al-Husein dan rombongannya kehabisan bekal. Mereka dalam keadaan haus dan lapar. Sebagian dari mereka berusaha mengambil air dari sungai Efrat, tapi mereka dihadang oleh pasukan Ibnu Ziyah. Mereka tetap berusaha keras mengambil air untuk dipersembahkan kepada Al-Husein dan keluarganya serta rombongan yang kehausan. Tapi mereka gagal karena diserang oleh anak-anak panah pasukan Ibnu Ziyah, dan mereka berguguran menjadi syuhada’.

10 Muharram 61 H, kecuali Al-Hurr pasukan Ibnu Ziyad mulai melakukan serangan pada rombongan Al-Husein yang dalam keadaan haus dan lapar. Salah seorang pasukan melancarkan anak panah pada leher anak Al-Husein yang masih bayi dan berada dalam pangkuan ibunya, sehingga mengalirlah darah dari lehernya dan meninggallah bayi yang tak berdosa itu.

Pada sore hari 10 Muharram 61 H, pasukan Al-Husein banyak yang berguguran. Sehingga Al-Husein (sa) tinggallah seorang diri dan beberapa anak-anak dan wanita. Dalam keadaan haus dan lapar di depan pasukan Ibnu Ziyad , Al-Husein (sa) berkata: “Bukalah hati nurani kalian, bukankah aku adalah putera Fatimah dan cucu Rasulullah saw. Pandanglah aku baik-baik, bukankah baju yang aku pakai adalah baju Rasululah saw.”

Tapi sayang seribu sayang karena emeng-emeng hadiah jabatan dan materi dari Ibnu Ziyah dan Yazid bin Muawiyah, kecuali Al-Hurr pasukan Ibnu Ziyad tidak memperdulikan ajakan Al-Husein (sa), mereka menyerang Al-Husein yang tinggal seorang diri. Serangan itu disaksikan oleh Zainab (adiknya), Syaherbanu (isterinya), Ali bin Husein (puteranya), dan rombongan yang masih hidup yang terdiri dari wanita dan anak-anak. Pasukan Ibnu Ziyad melancarkan anak-anak panah pada tubuh Al-Husein, dan darah mengalir dari tubuhnya yang sudah lemah. Akhirnya Al-Husein terjatuh di tengah-tengah mayat para syuhada’ dari pasukannya.

Melihat Al-Husein terjatuh dan tak berdaya, Syimir dari pasukan Ibnu Ziyah turun dari kudanya, menginjak-injakkan kakinya ke dada Al-Husein, lalu menduduki dadanya dan menghunus pedang, kemudian menyembelih leher Al-Husein yang dalam kehausan, sehingga terpisah lehernya dari tubuhnya.

Duhai manusia yang mengaku umat Rasulullah saw, mengapa kalian tidak membela Al-Husein (sa)? Padahal Rasulullah saw pernah berpesan: “Puteraku ini (Al-Husein) akan dibunuh di Karbala, barangsiapa yang menyaksikannya, maka tolonglah dia.”
(Al-Ishabah, Ibnu Hajar, jilid 1: 68, hadis ke 266)
Lebih detail tentang hadis ini dan rujukannya, klik di sini

Menyaksikan pristiwa paling tragis itu Zainab, isteri Al-Husein dan anak-anak kecil menangis dan menjerit. Tidak hanya itu kekejaman Syimir, ia melemparkan kepala Al-Husein (sa) yang berlumuran darah ke dalam kemah Zainab. Semakin histeris tangisan Zainab dan keluarganya menyaksikan kepala Al-Husein yang berlumuran darah berada di dekatnya.

Zainab Al-Kubra (sa) menangis dan menjerit, jeritannya memecah suasana duka. Ia merintih sambil berkata: Oh… Husein, dahulu aku menyaksikan kakakku Al-Hasan meninggal diracun oleh orang terdekatnya, dan kini aku harus menyaksikan kepergianmu dibantai dan disembelih dalam keadaan haus dan lapar.

Padahal Rasul yang agung berpesan kepada kita, tidak boleh menyembelih binatang ternak yang dalam kehausan. Sementara engkau ya Husein, disembelih dalam keadaan haus yang tidak diberi setetes pun air.

Ya Allah, ya Rasullallah, saksikan semua ini. Al-Husein telah meninggalkan kami dibantai di Karbala dalam keadaan haus dan lapar. Dibantai oleh umatmu yang mengharapkan syafaatmu. Ya Allah, ya Rasulallah Akankah mereka memperoleh syafaatmu sementara mereka menghinakan keluargamu, dan membantai Al-Husein yang paling engkau cintai?

10 Muharram 61 H, bersamaan akan tenggelamnya matahari, mega merah pun mewarnai kemerahan ufuk barat, saat itulah tanah Karbala memerah, diwarnai merah darah Al-Husein (sa) dan para syuhada’ Karbala. Bumi menangis, langit dan penghuinya berduka atas kepergian Al-Husein (sa) pejuang kebenaran dan keadilan.

Dari sebagian sumber riwayat menuturkan bahwa sejak kepergian Al-Husein dari Madinah Ummu Salamah selalu memperhatikan tanah yang dititipkan oleh Rasulullah saw, saat Al-Husein terbunuh tanah itu berubah warna menjadi merah, Ummu Salamah menangis, teringat pesan Rasulullah saw dan terkenang saat-saat bersamanya.

karbala desertKini rombongan Al-Husein (sa) yang masih hidup tinggallah: Zainab dan isteri Al-Husein, Ali putra Al-Husein (sa) yang sedang sakit, anak-anak dan wanita. Mereka diikat dan rantai, digiring dalam keadaan haus dan lapar, dari karbala menuju kantor gubernur Ibnu Ziyad yang kemudian mereka digiring ke istana Yazid bin Muawiyah di Damaskus. Dalam keadaan lemah, lapar dan haus, mereka dirantai dan digiring di sepanjang jalan kota Kufah. Mereka disaksikan oleh penduduk Kufah yang berbaris di sepanjang jalan. Mereka menundukkan kepala, malu dengan sorotan mata para penonton yang memandangi mereka.

Kini sisa rombongan Al-Husein digiring ke istana Yazid bin Muawiyah. Sebagian pasukan membawa kepala Al-Husein untuk dipersembahkan kepada Yazid bin Muawiyah. Dengan mempersembahkan kepala Al-Husein dan tawanan wanita dan anak kecil yang sebagian dari mereka adalah cucu dan keturunan Nabi saw, mereka berharap mendapatkan imbalan jabatan dan materi sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Yazid bin Muawiyah. Kini tiba saatnya Yazid, Ibnu Ziyad, para pejabat dan pasukannya berpesta di istana, merayakan kemenangannya.

Duhai para pejuang kebenaran dan keadilan, hati siapa yang tidak terluka dan berduka menyaksikan tragedi Karbala?

Duhai para pecinta Rasulullah dan keluarganya, hati siapa yang tidak merasa sedih dan iba menyaksikan keluarga Nabi saw dirantai dan digiring di sepanjang jalan kota Kufah
dalam keadaan haus dan lapar lalu dihinakan di istana Yazid bin Muawiyah?

Duhai umat Rasulullah saw, peristiwa apalagi dalam sejarah manusia yang lebih tragis dari peristiwa yang menimpa kelurga suci Rasulullah saw di Karbala?

Duhai kaum yang lemah dan tertindas, hati siapa yang tidak bangkit untuk melawan penindasan bila menyaksikan pembantaian terhadap para pejuang keadilan dan kebenaran.

Mengapa kita tidak dibangkitkan oleh semangat darah Al-Husein dan para syuhada’ Karbala, untuk melawan penindasan dan kezaliman?

Duhai kaum muslimin dan mukminin umat Rasulullah saw, masih adakah hati yang keberatan menyampaikan salam dan ziarah kepada Al-Husein (sa) dan para syuhada’ Karbala? Mari kaum muslimin, para pecinta kebenaran dan keadilan kita ucapkan salam:

اَلسَّلامُ عَلَى الْحُسَيْنِ وَعَلى عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ وَعَلى اَوْلادِ الْحُسَيْنِ وَعَلى اَصْحابِ الْحُسَيْنِ
Assalâmu ‘alal Husayn wa ‘alâ Aliyibnil Husayn wa ‘alâ awlâdil Husayn wa ‘alâ ashhâbil Husayn.

Assalâmu’alayka yâ Abâ Abdillâh
Salam atasmu ya Aba Abdillah
Salam atasmu duhai putera Rasulullah
Salam atasmu duhai putera Amirul mukminin
Salam atasmu duhai putera Fatimah Az-Zahra’
Salam atasmu dan semua Arwah para syuhada’ Karbala
Aku akan selalu mengucapkan salam atasmu sepanjang hidupku,
sepanjang siang dan malam.

Salam atasmu duhai para syuhada’ Gaza
Semoga Allah swt menghimpumu bersama Rasulullah saw dan keluarga sucinya
Semoga Allah saw menghimpumu bersama Al-Husein (sa) dan para syuhada’ Karbala.

Ya Allah, karuniakan padaku kehidupan seperti kehidupan Muhammad dan keluarga Muhammad, dan kematian seperti wafatnya Muhammad dan keluarga Muhammad.
Ya Allah, jadikan daku orang yang mulia di sisi-Mu bersama Al-Husein (sa) di dunia dan akhirat.
Ya Allah, karuniakan padaku syafaat Al-Husein pada hari kiamat.

Salam pada Al-Husein
Salam pada Ali bin Al-Husein,
Salam pada semua putera-puteri Al-Husein
Salam pada sahabat-sahabat Al-Husein

Ya Allah, ya Rasul!
Saksikan kezaliman dan penindasan telah melanda dunia
Kokoh pijakan kakiku pada kebenaran di sisi-Mu bersama Al-Husein dan sahabat-sahabat Al-Husein yang telah mencurahkan segala usaha dan kemampuannya untuk membela Al-Husein (sa).

Wassalam


sumber:http://shalatdoa.blogspot.com/

6 thoughts on “Karbala, 10 Muharram 61 H

  1. Ita

    CEMBURU
    Sobat, aku cemburu kepada pelacur, karena diberi surga
    kini kumohon, antar aku menjadi pelacur
    agar mendapat surga, hanya dengan seteguk air untuk anjing.
    Sobat, aku cemburu kepada bajingan, karena diberi surga
    kini kumohon, antar aku menjadi bajingan
    agar mendapat surga, hanya dengan berjalan menuju rumah Tuhan.
    Tetapi demi apapun juga aku tak cemburu kepada ahli ibadah
    yang tak lembut pada keluarganya, tak sayangi tetangganya, tak layani dhuafa
    dia sibuk dengan shalat malam dan puasanya
    dan menghitungnya sebagai persembahan untuk Tuhannya…
    Salam dari Djogdja, 12 Jan 2009, 11:22

    Suka

  2. r0ch4

    Yaa Alloh…hari ini Kau kirimkan seorang yang benar2 membuatku merasa sejuk, merasa ditemani..seseorang yang semoga berpikiran sama denganku tentang kehidupan dunia yang semakin hari semakin banyak saja melahirkan anjing-anjing munafik berselimutkan sajadah dan perhiasan dunia lainnya,seolah-olah hanya dia saja yang benar2 tau dan tau segala isi dunia akherat,bagaimana hitamnya asap neraka dan semerbak wangi gemerlapnya surgaMu,……kini aku bertanya kepadaMu yaa Rabbku,siapakah dia yang Kau kirimkan ini?

    Suka

  3. Ita

    Tak ada kebetulan dalam Tuhan. kebodohan yang mengantarkan kepada kita tentang kata kebetulan.
    Semoga kesamaan kita membawa manfaat.
    Kita cari kebebasan dalam keterbatasan (kemampuan) kita.
    Salam damai dan cinta…

    Suka

  4. r0ch4

    ohya sebelumnya aku minta permisi, comment kamu aku posting di kategori suaraisihati, semoga kamu berkenan…and thanks ya udah mau comment disini
    have a nice day and greeting sweet 2 u…

    Suka

  5. Ita

    OK. Tar kalo blog ku dah kubuat kau kuundang tengok sana.
    Aku cm merasa (sok) empati padamu karena SOUL mu kira-kira sama denganku. Kesepiannya juga. He..
    CU later, have many great moments…

    Suka

  6. r0ch4

    iya,kesepian yang indah hehe… dan aku masih belajar tentang bagaimana cara hidup berdua yang selaras dan adil,[pengalaman adalah guru yang paling utama], iya deh ree tunggu blog ita, Cu later too bie…………..b !

    Suka

Tinggalin balasan ente ya gan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s