Asal Muasal HIV/AIDS Yang Rumit

Standar

"fuck you AIDS !"

Satu Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia, otomatis aku teringat akan satu penyakit yang sampai sekarang belum ditemukan obatnya ini….dan jadi teringat lagi salah satu temenku yang meningal gara- gara

Bagaimana tidak khawatir, kita yang telah dianugerahi oleh sang Pencipta lengkap dengan sistem pertahanan tubuh (imunitas) yang sangat-sangat kompleks untuk kelangsungan hidup malah diserang oleh virus yang berukuran sangat-sangat kecil pada pusat pertahanan, tidak berdaya.

Tergerak hati, untuk membuka-buka kembali sejarah Aids, bagaimana bisa ditemukan, bagaimana asal muasalnya. Teringat aku akan masa di SMU dulu, pernah aku mendapatkan tugas untuk merangkum mengenai penyakit AIDS ini. Tak dinyana, informasi yang selama ini telah aku pahami, bahwa asal muasal virus dari primata sebangsa kera, dibantahkan bahwa Virus HIV AIDS sebenarnya bukan berasal dari simpanse, tetapi ciptaan para ilmuwan yang kemudian diselewengkan melalui rekayasa tertentu untuk memusnahkan etnis tertentu.

AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 juni 1981, ketikaCenter for disease Control Prevention A.S mencatat adanya Pneumonia Pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP tetapi diketahui disebabkan oleh Pneumosystis Jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles.

Tiga dari infeksi HIV awal yang diketahui adalah:

  1. Sampel plasma diambil tahun 1959 dari laki-laki dewasa yang tinggal di Kinshasa, kini merupakan bagian dari Republik Demokratik Congo.
  2. HIV ditemukan pada sampel jaringan dari Robert. R, seorang remaja Afrika-Amerika berusia 15 tahun yang meninggal di St. Louis tahun 1969.
  3. HIV ditemukan pada sampel jaringan dari Arvid Noe, pelaut Norwegia yang meninggal sekitar tahun 1976.

Dua spesies HIV menginfeksi manusia: HIV 1 dan HIV2. HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh. HIV-1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia, sementara HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan berada di Afrika Barat, Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari Primata. Asal HIV-1 berasal dari Simpanse Pan troglodytes troglodytes yang ditemukan di Kameroen selatan. HIV-2 berasal dari Sooty Manggabey (Cercocebus atys), monyet dari Guineau Bissau, Gabon, dan Kameron.

Banyak ahli percaya bahwa HIV masuk kedalam tubuh manusia akibat kontak dengan primata lainnya, contohnya selama berburu atau pemotongan daging.Teori yang lebih kontroversial yang diketahui dengan nama Hipotesis OPV-AIDS mengusulkan bahwa epidemik AIDS dimulai pada akhir tahun 1950-an di Kongo, Belgia oleh penelitian Hillary Koprovsky terhadap Vaksin Polio. Menurut komunitas ilmu pengetahuan, skenario ini tidak didukung oleh bukti yang ada.

Teori lain menyatakan Virus HIV AIDS sebenarnya bukan berasal dari simpanse, tetapi ciptaan para ilmuwan yang kemudian diselewengkan melalui rekayasa tertentu untuk memusnahkan etnis tertentu. (Jerry D. Gray, Dosa-dosa Media Amerika – Mengungkap Fakta Tersembunyi Kejahatan Media Barat, Ufuk Press 2006 h. 192).

Tulisan Allan Cantwell Jr.MD  ini mengungkapakan rahasia asal-usul AIDS dan HIV, juga bagaimana ilmuwan menghasilkan penyakit yang paling menakutkan kemudian menutup-nutupinya.

“Teori” Monyet Hijau

1.Tidak sedikit orang yang sudah mendengar teori bahwa AIDS adalah ciptaan manusia. Menurut The New York Times yang terbit 29 Oktober 1990, tiga puluh persen penduduk kulit hitam di New York City benar-benar percaya bahwa AIDS adalah “senjata etnis” yang didesain di dalam laboratorium untuk menginfeksi dan membunuh kalangan kulit hitam. Sebagian orang bahkan menganggap teori konspirasi AIDS lebih bisa dipercaya dibandingkan teori monyet hijau Afrika yang dilontarkan para pakar AIDS. Sebenarnya sejak tahun 1988 para peneliti telah membuktikan bahwa teori monyet hijau tidaklah benar. Namun kebanyakan edukator AIDS terus menyampaikan teori ini kepada publik hingga sekarang. Dalam liputan-liputan media tahun 1999, teori monyet hijau telah digantikan dengan teori simpanse di luar Afrika. Simpanse yang dikatakan merupakan asal-usul penyakit AIDS ini telah diterima sepenuhnya oleh komunitas ilmiah.

2. “Pohon keturunan” filogenetik virus primata (yang hanya dipahami segelintir orang saja) ditampilkan untuk membuktikan bahwa HIV diturunkan dari virus primata yang berdiam di semak Afrika. Analisis data genetika virus ditunjukkan melalui “supercomputer” di Los Alamos, Mexico, menunjukkan bahwa HIV telah “melompati spesies’, dari simpanse ke manusia sekitar tahun 1930 di Afrika.

Catatan penting: Los Alamos kebetulan saja merupakan sentra pembuatan bom nuklir, hasil persekutuan mata-mata Cina, dan laboratorium tempat dilakukannya eksperimen rahasia radiasi manusia terhadap penduduk sipil yang tidak merasa curiga. Eksperimen ini telah dilakukan sejak tahun 1940-an hingga awal epidemik AIDS.

Eksperimen Hepatitis B Pra-AIDS kepada Pria Gay (1978-1981)

Ribuan pria gay mendaftar sebagai manusia percobaan untuk eksperimen vaksin hepatitis B yang “disponsori pemerintah AS” di New York, Los Angeles, dan San Fransisco. Setelah beberapa tahun, kota-kota tersebut menjadi pusat sindrom defisiensi kekebalan terkait gay, yang belakangan dikenal dengan AIDS. Di awal 1970-an, vaksin hepatitis B dikembangkan di dalam tubuh simpanse. Sekarang hewan ini dipercaya sebagai asal-usul berevolusinya HIV. Banyak orang masih merasa takut mendapat vaksin hepatitis B lantaran asalnya yang terkait dengan pria gay dan AIDS. Para dokter senior masih bisa ingat bahwa eksperimen vaksin hepatitis awalnya dibuat dari kumpulan serum darah para homoseksual yang terinfeksi hepatitis.

Kemungkinan besar HIV “masuk” ke dalam tubuh pria gay selama uji coba vaksin ini. Ketika itu, ribuan homoseksual diinjeksi di New York pada awal 1978 dan di kota-kota pesisir barat sekitar tahun 1980-1981.

Apakah jenis virus yang terkontaminasi dalam program vaksin ini yang menyebabkan AIDS? Bagaimana dengan program WHO di Afrika? Bukti kuat menunjukkan bahwa AIDS berkembang tak lama setelah program vaksin ini. AIDS merebak pertama kali di kalangan gay New York City pada tahun 1979, beberapa bulan setelah eksperimen dimulai di Manhattan. Ada fakta yang cukup mengejutkan dan secara statistik sangat signifikan, bahwa 20% pria gay yang menjadi sukarelawan eksperimen hepatitis B di New York diketahui mengidap HIV positif pada tahun 1980 (setahun sebelum AIDS menjadi penyakit “resmi’). Ini menunjukkan bahwa pria Manhattan memiliki kejadian HIV tertinggi dibandingkan tempat lainnya di dunia, termasuk Afrika, yang dianggap sebagai tempat kelahiran HIV dan AIDS. Fakta lain yang juga menghebohkan adalah bahwa kasus AIDS di Afrika yang dapat dibuktikan baru muncul setelah tahun 1982. Sejumlah peneliti yakin bahwa eksperimen vaksin inilah yang berfungsi sebagai saluran tempat “berjangkitnya” HIV ke populasi gay di Amerika. Namun hingga sekarang para ilmuwan AIDS mengecilkan koneksi apapun antara AIDS dengan vaksin tersebut.

Umum diketahui bahwa di Afrika, AIDS berjangkit pada orang heteroseksual, sementara di Amerika Serikat AIDS hanya berjangkit pada kalangan pria gay. Meskipun pada awalnya diberitahukan kepada publik bahwa “tak seorang pun kebal AIDS”, faktanya hingga sekarang ini (20 tahun setelah kasus pertama AIDS), 80% kasus AIDS baru di Amerika Serikat berjangkit pada pria gay, pecandu narkotika, dan pasangan seksual mereka. Mengapa demikian? Tentunya HIV tidak mendiskriminasi preferensi seksual atau ras tertentu. Apakah benar demikian?

Keserupaan dengan FLU Burung

Di pertengahan tahun 1990-an, para ahli biologi berhasil mengidentifikasi setidaknya 8 subtipe (strain) HIV yang menginfeksi berbagai orang di seluruh dunia. Telah terbukti, strain B adalah strain pra dominan yang menginfeksi gay di AS. Strain HIV ini lebih cenderung menginfeksi jaringan rektum, itu sebabnya para gay yang cenderung menderita AIDS dibandingkan non-gay

Sebaliknya, Strain HIV yang umum dijumpai di Afrika cenderung menginfeksi vagina dan sel serviks (leher rahim), sebagaimana kulup penis pria. Itu sebabnya, di Afrika, HIV cenderung berjangkit pada kalangan heteroseksual.

Para pakar AIDS telah memeberitahukan bahwa AIDS Amerika berasal dari Afrika, padahal Strain HIV yang umum dijumpai di kalangan pria gay nyaris tak pernah terlihat di Afrika! Bagaimana bisa demikian? Apakah sebagian Strain HIV direkayasa agar mudah beradaptasi ke sel yang cenderung menginfeksi kelamin gay?

Telah diketahui, pria ilmuwan SCVP (Special Virus Cancer Program) mampu mengadaptasi retrovirus tertentu agar menginfeksi jenis sel tertentu. Tak kurang sejak tahun 1970, para ilmuwan perang biologis telah belajar mendesain agen-agen (khususnya virus) tertentu yang bisa menginfeksi dan menyerang sel kelompok rasial “tertentu”. Setidaknya tahun 1997, Stephen O’Brien dan Michael Dean dari Laboratorium Keanekaragaman Genom di National Cancer Institute menunjukkan bahwa satu dari sepuluh orang kulit putih memiliki gen resisten-AIDS, sementara orang kulit hitam Afrika tidak memiliki gen semacam itu sama sekali. Kelihatannya, AIDS semakin merupakan “virus buatan manusia yang menyerang ras tertentu” dibandingkan peristiwa alamiah.

Berkat bantuan media Amerika, virus ini menyebar ke jutaan orang tertentu di seluruh dunia sebelum segelintir orang mulai waspada akan kejahatan di balik penciptaan virus ini. Di tahun 1981, pejabat kesehatan memastikan “masyarakat umum” bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan. “AIDS adalah penyakit gay” adalah jargon yang sering dikumandangkan media.

Setidaknya tahun 1987, Robert Gallo memberitahu reporter Playboy, David Black, “Saya pribadi belum pernah menemukan satu kasus pun (di Amerika) dimana pria terkena virus (AIDS) dari seorang wanita melalui hubungan intim heteroseksual .” Gallo melanjutkan, “AIDS tak akan menjadi bahaya yang tak bisa teratasi bagi masyarakat umum.” Apakah ini sekedar spekulasi ataukah Gallo mengetahui sesuatu yang tidak ia ceritakan?

Muasal HIV dan AIDS telah diselewengkan dan disamarkan oleh pemerintah AS, berkat bantuan besar media boneka mereka. Jika jurnalisme bekerja sebagaimana mestinya, masyarakat umum pasti mendapat gagasan yang lebih jernih tentang AIDS sesungguhnya. Namun kebenaran justru diplesetkan dan masyarakat dunia menjadi bingung sehingga mereka seolah tak lagi ambil pusing.

Terlepas dari itu semua, aids telah merupakan penyakit yang terlanjur menyebar, dan sampai saat ini belum ditemukan obat yang benar-benar ampuh untuk mengobatinya sampai tuntas…..tapi, ntar2..sebenarnya ada sih obatnya, mungkin [ ini masih mungkin lho ya :D] dengan mengkonsumsi urin sendiri, insyaAlloh bisa sembuh.


Repost by : *terima kasih buat narasumber-narasumber yang telah saya kutip diatas.

Iklan

16 thoughts on “Asal Muasal HIV/AIDS Yang Rumit

  1. RIZQI

    BERAPA LAMA SESEORANG AKAN MUNCUL GEJALA HIV AIDS JIKA SESEORANG TERSEBUT BENAR-BENAR TERJANGKIT?

    Suka

  2. eko

    sebaiknya di kasih tambahan dalam artikelnya tettang gejala-gejala aids dan masa- masa berkembangnya.

    Suka

  3. miauww...

    makasih umh,,, situs ini perlu dipublikasiin donkz lebih luas agy…

    eehh bentaarrr tapi berani jamin gak aklo artikel tuh bener2 100% pengetahuan ato ilmiah gtoo??

    mksh…

    lam knal yupz…

    Suka

  4. insyaAlloh, tapi setidaknya kita harus terus mencari kelemahan2 penyakit tersebut, itung2 bantu semua orang….lam kenal juga deh bro

    Suka

  5. “Jauhkan diri Anda dan orang yang Anda cintai dari NAPZA” slogan ini penting selain untuk mengurangi jumlah pengguna NAPZA sendiri juga sekaligus mengurangi jumlah terjangkit HIV/AIDS lewat transmisi narkotika intravena.

    Suka

  6. hafshah

    ASsalam..
    salam kenal..
    boleh tau ga, sumbernya dari mana aja..??
    kebetulan banget nih, aku lagi nyari2 info tentang asal muasal AIDS, dulu pernah baca juga kalo AIDS itu virus buatan untuk memusnahkan etnik kulit hitam saat itu,
    saya pernah baca di buku BOM AIDS, tapi saat ini buku itu hilang…
    so, mau tau dapet dari mana ja infonya??
    thanks…

    Suka

  7. Jenifer

    Hai, gue jd penasaran bgt sama ilmuwan mana yg bikin tu virus jd melebar kmana-mana .
    Jgn2, mereka jg yg bikin virus H1N1, a.k.a flu babi . .

    Suka

  8. aurelia

    ya ampun serem bgt ya…
    knp c virus tu skrg jd menyebar kmn aj…
    kshn bgt org2 yg sdh tertular…

    Suka

Tinggalin balasan ente ya gan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s