Waspadalah ! Patah Hati Picu Kematian

Standar

Kehilangan orang yang kita sayangi ternyata tidak hanya membuat patah hati, tetapi juga bisa menyebabkan kematian. Orang yang patah hati lalu depresi, bisa meninggal dunia.

Hal ini terjadi pada orangtua dua bersaudara dari personel grup band Spandau Ballet, Gary dan Martin Kemp. Ibu mereka meninggal dunia berselang 48 jam setelah sang ayah dilarikan ke rumah sakit akibat serangan jantung dan meninggal dunia.

Berikutnya, dialami oleh penyanyi country Johnny Cash. Dia meninggal dunia berselang empat bulan setelah kekasih hatinya June Carter meninggal dunia pada 2003.

Selain itu, ayah pesepakbola legendaries Manchester United George Best, Dickie meninggal dunia pada tahun lalu. Untuk kasus ini, Dickie meninggal dunia bukan karena ditinggal oleh pasangan jiwanya melainkan karena depresi melihat kehidupan putranya yang “akrab” dengan alkohol.

Para peneliti Inggris melalui hasil risetnya  menyatakan, sebagian otak manusia berfungsi untuk belajar, menyimpan memori, dan mengatur emosi. Ketiga hal tersebut berhubungan langsung dengan hati.

Kemudian, hasil penelitian berikutnya menyatakan bahwa kemungkinan wanita yang meninggal dunia akibat pasangannya tewas, dalam satu tahun bisa mencapai dua orang. Sedangkan pria, berisiko hingga enam kali lipat dari wanita.

Secara logika, patah hati menyebabkan seseorang stres dan depresi karena merasa mendapat tekanan. Hal inilah yang mempengaruhi kerusakan hati.

Tapi jangan khawatir. Berdasarkan jurnal kesehatan dari asosiasi kesehatan dunia The Lancet, risiko ini bisa ditekan jika keluarga Anda tidak memiliki sejarah akan penyakit jantung ataupun diabetes.


Repost by : Lusi Catur Mahgriefie – Okezone

3 thoughts on “Waspadalah ! Patah Hati Picu Kematian

  1. ida

    sepengalamanku ada 2 orang anak (bungsu) yang meninggal gak lama setelah ibunya meninggal. kebetulan keduanya fisiknya emang rada lemah. apa itu juga termasuk meninggal karna patah hati ya

    Suka

Tinggalin balasan ente ya gan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s